Empat Kawasan di Bali Diusulkan Jadi WBD

Senin, 9 Mei 2011 | 8:43

[DENPASAR] Empat kawasan di Bali yang diusulkan menjadi kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD), Juni mendatang dinilai  United Nations Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO).  Keempat kawasan tersebut adalah Pura Ulun Danu Batur dan Danau Batur, daerah aliran Sungai Pakerisan, Pura Taman Ayun dan lingkungan sekitarnya serta kawasan Batukaru (Catur Angga Batukaru).

“Kawasan yang termasuk daerah aliran Sungai Pakerisan meliputi Subak Pulagan, Subak Kulub, Desa Kulub, Desa Tampak Siring, Desa Manukaya, Pura Pegulingan, Pura Tirta Empul, Pura Mengening dan Situs Gunung Kawi,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov Bali I Ketut Suastika SH didampingi Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,  Wirawati Bagiasih di Denpasar Senin (9/5)

Sedangkan kawasan Batukaru (Catur Angga Batukaru) terdiri dari lima belas subak yakni Subak Bedugul, Jatiluwih, Kedampal, Keloncing, Penatahan, Pesagi, Piak, Puakan, Rejasa, Sangketan, Soka, Tegalinggah, Tengkudak dan Subak Wangaya Betan. Selanjutnya, Pura Taman Ayun akan dinilai bersama lingkungan sekitarnya seperti Subak Batan Badung dan kawasan Pura Ulun Danu Batur akan dinilai sepaket dengan Danau Batur.

Suastika menambahkan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan segala keperluan yang diperlukan dalam mengajukan keempat kawasan bersejarah tinggi tersebut sebagai WBD ke UNESCO. Pihaknya juga membentuk tim khusus sehingga segala keperluan yang dipersyaratkan itu secepatnya dapat terpenuhi. Apalagi, proses penilaian sudah makin dekat yakni sekitar Juni mendatang. ”Semoga semua persyaratan yang diwajibkan bisa terpenuhi. Dengan begitu, keempat kawasan yang menyimpan nilai sejarah yang sangat tinggi itu diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia,” katanya.

Suastika  berharap empat kawasan bersejarah yang diusulkan jadi WBD ke UNESCO itu bisa tercapai. Dikatakan, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelestarian dan pengembangan warisan budaya harus terus dilakukan. Tentunya, didukung dengan adanya kebijakan yang terintegrasi terhadap perlindungan warisan budaya melalui koordinasi, sinkronisasi, sosialisasi dan internalisasi secara berkelanjutan. [137]

Sumber :Suara Pembaharuan
Peta: Lihat Lokasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s